Garam dan Terang

Garam

Dalam ilmu kimia, garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif yang disebut kation dan ion negatif disebut anion, sehingga senyawa ini membentuk senyawa netral yang tidak bermuatan.

Garam terbentuk dari hasil reaksi kimi antara asam dan basa. Misalnya garam-dapur yang sering kita gunakan dalam resep memasak dalam rumus kimianya disebut NaCl merupakan reaksi kimia antara asam dan basa.

Larutan garam dalam air merupakan larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Di dalam tubuh makhluk hidup mengandung cairan berupa larutan garam, misalnya sitoplasma (bagian sel) tubuh dan darah mengandung larutan garam. Oleh karena itu garam memanglah menjadi sangat penting bagi tubuh manusia dalam bentuk-bentuk mineral.

Mungkin garam menjadi mineral bahan utama yang dimanfaatkan oleh manusia sejak jaman purba, karena garam dapat dimanfaatkan untuk pengawetan makanan dan yang paling lazim adalah untuk penyedap makanan. Dalam perdagangan jaman purba, garam disebutkan termasuk sebagai bahan dagang utama dan juga dipakai sebagai standar alat tukar.

Saat ini kita mengenal garam diproduksi dari air-laut yang diuapkan sehingga tertinggal Kristal-kristal garam yang kemudian dimurnikan dan ditambah bahan mineral berguna lainnya untuk menjadi garam yang siap digunakan untuk konsumsi bahan resep makanan. Tetapi pada jaman purba, garam diperoleh melalui penambangan berupa endapan-endapan garam kering.

Sejak jaman dahulu, garam sudah disebut-sebut oleh para nabi. Sebagai contoh dalam Kitab Perjanjian Lama disebutkan dalam ayat Ayub 6:6: “Dapatkah makanan tawar dimakan tanpa garam atau apakah putih telur ada rasanya?” Ada 19 ayat yang menyebutkan tentang garam di Kitab Perjanjian Lama.

Bahasa filosofis terkenal yang dikemukakan oleh Yesus kepada muridnya seperti pada Matius 5:13: “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Disamping itu terdapat juga ayat-ayat lainnya dalam Kitab Perjanjian Baru, seperti tertulis pada Lukas 14:34; Markus 9:49; Markus 9:50.

Demikianlah garam memang menjadi simbol yang menggambarkan sesuatu yang murah, mudah, sederhana, tetapi sangat bermanfaat bagi manusia. Apakah anda mau bermakna menjadi garam untuk orang-orang disekeliling anda?

Terang

Terang adalah keadaan dan suasana yang dapat digambarkan oleh otak melalui serapan panca-indra yang disebut mata. Bila tidak ada mata maka hampir tak mungkin otak mampu menterjemahkan makna dari terang.

Terang adalah ciptaan Allah dalam penciptaan Alrase – Alam Raya Semesta semasih dalam keadaan keos lalu dipisahkan oleh Allah menjadi terang dan gelap. Oleh karena itu terciptanya terang adalah bersamaan dengan terciptanya gelap. Bila manusia mampu menterjemahkan suasana terang di dalam otaknya tentulah karena dia mampu pula menggambarkan suasana gelap.

Di dalam Keilmuan (Science) dikenal kata terang pertama kali adalah pada peristiwa Dentubes (Big Bang) dimana dari suatu keadaan yang taktertentu menjadi muncul terang. Oleh karena itu dalam pandangan science bahwa terang ada dari keadaan sebelumnya yang disebut gelap, atau gelap lebih dahulu ada baru kemudian muncul terang.

Tak luput bahwa kata terang menjadi bahan kata bagi Yesus untuk menyampaikan pengajarannya kepada murid-muridnya dalam ayat Matius 6:22: “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” kemudian dilanjutkan dalam Matius 6:23: “jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”

Demikianlah terang itu begitu penting dan mulia bagi manusia di dalam kehidupannya. Tidak ada yang lebih dimuliakan selain terang walupun sekecil apa terang itu bila ada dalam kegelapan maka terang itu yang menjadi utamanya. Oleh karena itu, sudahkah anda memiliki terang untuk sekeliling anda?

Memaknai kata garam dan terang dalam kehidupan adalah suatu kemuliaan. Oleh karenanya selayaknyalah anda menjadi garam dan terang bagi manusia dan alam yang ada dilingkungan anda. Mampukah anda? (mph)

Test Otak

Coba test otak mana yang anda pakai. Otak Kiri atau Otak Kanan? …atau…?

Coba perhatikan gambar dan sebut kearah mana si-Penari berputar, searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam atau keduanya?

Cantumkan jawaban anda pada ruang komentar dan Mr. Prof. akan membalasnya per email. Selamat mencoba !

Kalau Boleh Dipersulit Mengapa Harus Dipermudah?

Di masa Orde Baru dahulu ada istilah yang cukup popular di Sumatera Utara yang disebut SUMUT. Kebetulan SUMUT diketahui umum sebagai singkatan dari Sumatera Utara yang dikenal sebagai  sebuah Propinsi di bagian utara Pulau Sumatera.

Pada masa itu kehidupan ekonomi secara umum memang tidak sesulit masa sekarang yang disebut Era Reformasi.  Yang dimaksud tidak sesulit masa sekarang adalah bila dilihat secara nasional dengan tingkat pengangguran relative lebih rendah disbanding sekarang ini. Continue reading

Bagai Buah Simalakama

 

Buah Simalakama

 Buah Simalakama sering dibuat sebagai kalimat perandaian atau berupa pepatah lama yang diartikan sebagai suatu keadaan yang paling tidak mengenakkan terjadi pada seseorang.  Sesuatu keadaan atau suasana dimana seseorang tidak mampu untuk membuat suatu keputusan berdasarkan akal dan pikiran karena apapun yang dikerjakan akan mendapat resiko besar sebagai akibat dari perbuatan tersebut, sementara keadaan tersebut harus dijalani. 

Apa memang ada Buah Simalakama? Tentu saja ada wujud dari Buah Simalakama makanya orang-orang sampai membuatnya dalam sebuah Peribahasa dan sepertinya Peribahasa seperti ini tidak ada di negeri lain, melainkan hanya di Indonesia. 

Buah Simalakama yang berasal dari kata Melayu di Sumatera, dalam bahasa sehari-hari disebut juga sebagai buah Mahkota Dewa, tentu saja diperoleh dari pohon Mahkota Dewa. Anehnya bahwa orang Melayu yang mempopulerkan nama Buah Simalakama tetapi dianggap tanaman ini berasal dari Papua, makanya nama latinnya disebut Phaleriae papuana Warb. Var. Wichannii (Val.) Back. Atau nama ilmiahnya Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl. Atau nama simplifisanya Phaleriae Fructus. 

Di Indonesia Buah Simalakama dikenal juga dengan nama Makutadewa, Makutamewo, Makutoratu, Makurojo oleh orang-orang Jawa. Kemudian orang Cina menyebutnya Pau, dan lantas dicoba-coba diterjemahkan orang ke bahasa Inggeris dengan nama The Crown of GodContinue reading

Selamat Natal & Tahun Baru

Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Tong Kosong

Tong Kosong Nyaring Bunyinya, sepertinya peribahasa ini tidak asing lagi kedengarannya ditelinga awam. Kalau pada jaman sebelum berkembangnya teknologi IT, atau katakanlah penggunaan internet belum berkembang di Indonesia pada masa itu, maka peribahasa ini sudah pasti sepenuhnya dapat diterima oleh semua kalangan dan disetujui pengartiannya. 

Tetapi pada jaman sekarang ini, bila seseorang menyebutkan istilah ini yang ditujukan kepada seseorang yang ASBUN (asal bunyi) tatau ngomong doank, maka istilah peribahasa ini tidak lagi sepenuhnya dapat dibenarkan. Mengapa demikian? Karena dijaman yang katanya moderen sekarang ini ternyata Tong yang kosong bila di beduk belum tentu mengeluarkan bunyi yang nyaring. 

Jaman industrialisasi yang demikian maju membuat udara sekitar sudah terkontaminasi dengan berbagai unsur polutan sehingga bila hujan turun disuatu kawasan yang banyak industrinya maka air hujan itu sudah mengandung asam dengan sifat korosif yang tinggi. Bila hujan dan bahkan udara yang sudah bersifat korosif ini mengenai tong yang kosong maka akan timbul perkaratan. Bila perkaratannya sudah sedemikian tinggi maka tong tersebut sudah tidak nyaring lagi bila dipentung dan suara yang timbul hanya bug… bug… bug…  Continue reading

Lain Dibibir Lain Dihati

Tinggi Gunung Seribu Janji – Bob Tutupoly.mp3

  • Memang lidah tak bertulang
  • Tak berbekas kata-kata
  • Tinggi gunung s’ribu janji
  • Lain dibibir lain dihati

Ini adalah bait-bait pertama sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Bob Tutupoli yang pernah  sangat populer di tahun 70-an dengan Judul ‘Lidah Tak Bertulang dan mendapatkan penghargaan Golden Record.

Bagi kaum muda yang masih berusia 30-an mungkin saja tidak lagi mengetahui bahwa lagu tersebut pernah mengguncangkan per-musik-an Indonesia pada saat itu.Yang menarik lagi bahwa lagu ini dikenal; juga dengan judul “Tinggi Gunung S’ribu Janji”. Lirik selengkapnya: Continue reading