Time Is Money

Mungkin tak seorangpun yang melek huruf di Indonesia ini yang tidak mengenal istilah Time Is Money. Memang frasa ini sudah Go International sejak lama dan telah dipinjam oleh Indonesia dari nenek moyang yang punya bahasa yaitu bangsa Inggris untuk sama-sama menikmati penggunaannya didalam kehidupan sehari-hari.

Kalau Time Is Money sudah di-Indonesia-kan menjadi ‘Waktu Adalah Uang’ maka semakin jelas bahwa setiap geliat kehidupan seseorang dapat diukur dengan ‘uang’. Apa yang istimewa dari ‘uang’ sehingga menjadi tolok ukur untuk geliat kehidupan? Tak dapat disangkal bahwa penggunaan uang menjadi suatu penemuan yang sangat memudahkan manusia berinteraksi satu dengan yang lainnya. Kalau di jaman moderen sekarang ini tidak memanfaatkan penggunaan uang, maka sudah dapat dipastikan bahwa seseorang, sekelompok manusia, baik dalam kelompok komunitas suku, bangsa, dan Negara akan menjadi sebutan terbelakang. Oleh karena itu, uang sudah menjadi bagian dari peradaban manusia.

Pada awal-awal masuknya Bangsa-bangsa Eropah ke Nusantara, mereka mencatat bahwa suku-suku di Nusantara belum mengenal yang disebut uang walupun masing-masing suku satu sama lainnya sudah saling berinteraksi, sebagai contoh dalam bentuk perdagangan. Bahkan perdagangan antar bangsa sudah terjadi ratusan dan ribuan tahun oleh penduduk di Nusantara dengan bangsa-bangsa lain seperti bangsa-bangsa Gujarat, Persia, Cina, Eropah. Mereka berinteraksi dalam perdagangan masih melalui pertukaran barang secara langsung yang disebut barter. Penduduk pesisir menukarkan garam dengan hasil bumi dari penduduk pedalaman. Penduduk pesisir kemudian menukarkan hasil bumi dengan pedagang bangsa-bangsa lain melalui penukaran barang-barang seperti porselin, kain sutera, dan lain sebagainya.

Perkembangan selanjutnya bentuk-bentuk pertukaran barang-barang yang disebut barter lebih spesifik kepada komoditi tertentu sebagai patokan harga. Misalnya, kemenyan pernah disetarakan dengan emas untuk ukuran berat yang sama. Kemudian berkembanglah kelompok-kelompok komoditi menjadi patokan harga untuk beragam kebutuhan komoditi lainnya, semisal coklat, kopi, karet sesuai dengan perkembangan pamor komoditi tersebut menjadi patokan harga. Patokan harga ini dapat saja berubah kepada komoditi lainnya yang menjadi pamor dimasanya sebagai patokan harga baru.

Tercatat bahwa Croesus dari Yunani telah menciptakan alat tukar uang dalam bentuk koin sekitar tahun 560-546 Sebelum Masehi dan menggunakan bahan emas dan perak. Kemudian adapula benda-benda padat lainnya yang dibuat sebagai alat tukar, semisal perunggu, keramik, tembikar. Bangsa Cina sebagai bangsa yang pertamasekali menemukan fungsi kertas, sudah menciptakan uang yang terbuat dari kertas. Sekitar abad pertama Masehi dimasa Dinasti T’ang sudah menggunakan uang kertas sebagai alat tukar. Sementara itu bangsa Eropah baru mengenal uang sebagai alat tukar adalah sekitar abad-16 yang mereka sebut Taler yaitu pertamasekali dikenal di Ceko – Eropa Timur. Orang Italia menyebutnya Tallero, orang Belanda menyebutnya Daler, orang Hawai menyebutnya Dala, dan akhirnya pada abad-19 lebih pamor disebut Dollar, dan sampai sekarang menjadi mata uang yang paling popular di dunia sebagai alat tukar secara internasional. Dollar masih terbuat dari bahan emas dan perak berbentuk koin. Oleh karena itu pula orang-orang di Nusantara mengenal uang dengan sebutan perak, semisal satu perak, lima perak, sepuluh perak, dan sebagainya untuk menyebutkan nilai rupiahnya.

Indonesia, mengenal mata uang pertama kali adalah segera setelah kemerdekaan yang disebut ORI atau Oeang Republik Indonesia. Penjajakan pertama untuk mencetak ORI adalah tanggal 24 Oktober 1945 pada saat Pertemuan Kabinet Pertama RI yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Mr. AA Maramis di Lapangan Banteng Jakarta dan direncanakan akan dicetak di Surabaya pada Januari 1946, namun gagal karena ada peristiwa 10 Nopember 1945 di Surabaya dan akhirnya dicetak di Jakarta untuk pertamakalinya. Seri berikutnya yaitu Seri-2,3,4, dan Seri ORI Baru dicetak dalam kurun waktu tahun 1947 s/d tahun 1949 di Jogjakarta karena Ibukota pindah dari Jakarta ke Jogjakarta.

Karena kesulitan mengedarkan ORI di Sumatra maka beberapa daerah di Sumatra mengeluarkan sendiri mata uangnya di tahun 1947 yang disebut ORIPS (Oeang Repoeblik Indonesia Provinsi Sumatra), URISU (Oeang RI Sumatra Utara), ORIDJA (Oeang RI Daerah Djambi), URIDA (Oeang RI Daerah Aceh), ORITA (Oeang RI Daerah Tapanuli), Oeang Mandat yang dikeluarkan Dewan Pertahanan Sumatra Selatan), dan ORIDAB (Uang RI Daerah Banten).

Sudah ditakdirkan bahwa alam semesta merupakan suatu sistim yang bekerja menurut aturan main yang tercdipta melalui suatu rancangan maha karyacipta yang sedemikian dahsyatnya sehingga untuk ukuran pemikiran manusia menyederhanakan penyebutan sang perancang sebagai Tuhan, walaupun pada dasarnya penyebutan Tuhan adalah un-identified, atau tak terdefinisikan, atau berdimensi tak terhingga.

Kalau dimensi yang melingkupi kehidupan manusia sudah tak terhingga, tentu akan sulit bagi manusia mendefinisikan dimensi-dimensi yang ada diluar kehidupannya, walaupun diluar kesadarannya bahwa manusia selalu dipengaruhi oleh dimensi-dimensi yang tak terhingga itu. Oleh karena katanya manusia sebagai mahluk yang paling cerdas dimuka bumi ini maka mereka seenaknya menggampangkan pandangannya bahwa mereka cukup mengenal empat dimensi saja yaitu dimensi ruang dan waktu.

Okey, kita sudah sepaham bahwa Waktu Adalah Uang. Sudahkah anda berlimpah uang karena memanfaatkan waktu? Sehartusnya sudah! Coba kita telusuri waktu anda:

  1. Penggunaan waktu untuk kewajiban agama,
  2. Penggunaan waktu untuk mandi,
  3. Penggunaan waktu untuk berpakaian,
  4. Penggunaan waktu untuk makan,
  5. Penggunaan waktu untuk perjalanan,
  6. Penggunaan waktu untuk kegiatan kerja rutin,
  7. Penggunaan waktu untuk istirahat dari kegiatan rutin,
  8. Penggunaan waktu untuk waktu untuk keluarga,
  9. Penggunaan waktu untuk kegiatan sosial,
  10. Penggunaan waktu untuk santai,
  11. Penggunaan waktu untuk tidur,
  12. Mungkin ada penggunaan waktu lainnya menurut versi anda.

Dari 12 butir penggunaan waktu yang dikategorikan di atas, tentu penggunaan waktu sangat bervariasi tergantung kepada orang yang menggunakannya. Penggunaan waktu juga bergantung kjepada profesi yang menggunakannya. Dan justru yang lebih penting adalah pemanfaatan waktu pada selang antara 12 butir yang disebutkan di atas. Sudahkah anda memanfaatkannya?

Terlepas dari profesi yang menggunakan waktu itu, maka orang yang menggunakan waktu dapat dikategorikan kedalam beberapa golongan:

  1. Orang yang memperinci penggunaan waktunya dengan standar hari. Standar hari adalah yang paling rinci bagi seseorang untuk mengatur penggunaan waktunya. 24 jam sehari merupakan perjalanan waktu yang masih dapat diatur penggunaannya oleh seseorang. Biasanya orang-orang yang sudah mampu menjadwalkan kegiatannya dengan standar hari adalah orang yang menghargai waktu adalah uang, konsisten dan tepat waktu, menghargai diri sendiri dan menghargai orang lain, sungkan untuk berbohong, tabu untuk menipu, tegas, taat, dan sudah pasti berumur panjang. Orang dari golongan ini memang mematokkan jumlah angka 365/366 hari per tahun dan bila dikonversikan dengan uang mereka menjadi golongan orang yang paling banyak uang.
  2. Ada juga orang yang memperinci penggunaan waktunya berdasarkan standar minggu. Orang-orang dari golongan ini merupakan gradasi dari golongan pada butir-1, karena golongan orang-orang ini hanya mengenal jumlah angka 54 minggu dalam setahun.
  3. Ada juga orang yang memperinci penggunaan waktunya berdasarkan standar bulan. Orang-orang dari golongan ini merupakan gradasi dari golongan pada butir-2, karena golongan orang-orang ini hanya mengenal jumlah angka 12 bulan dalam setahun.
  4. Ada juga orang yang memperinci penggunaan waktunya berdasarkan standar tahun. Orang-orang dari golongan ini merupakan gradasi dari golongan pada butir-3, karena golongan orang-orang ini hanya mengenal jumlah angka 1 saja dalam setahun.
  5. Ada juga orang yang memperinci penggunaan waktunya berdasarkan standar seumur hidup. Orang-orang dari golongan ini merupakan gradasi dari golongan pada butir-5, karena golongan orang-orang ini hanya mengenal jumlah angka sekali seumur hidup.

Termasuk golongan orang yang bagaimanakah anda diantara lima penggolongan di atas? Tentu hanya anda yang mampu menjawabnya secara jujur. Terserah anda untuk memilih, apakah anda berniat menjadi orang yang banyak uang atau cukup menjadi orang yang tak punya uang.

Kalau Charles Darwin mengemukakan Teori Evolusi-nya bahwa manusia berasal dari monyet, lalu banyak orang akan bereaksi bahwa dia tidak rela disebut berasal dari monyet. Bahkan banyak juga para ahli yang menyangkal teori itu, lalu mereka bilang kira-kira begini; “Kalau manusia berevolusi dari monyet, mengapa monyet-monyet masih ada berdampingan dengan manusia, seharusnya monyet-monyet yang ada sekarang sudah menjadi manusia semua donk..” lalu muncullah yang disebut ‘the missing link (rantai yang hilang)’ maksudnya agar para ahli memanfaatkan waktunya untuk membuktikan apakah benar mereka berasal dari monyet, walaupun teori Darwin mereka akui berlaku untuk mahluk lain, tetapi untuk dia manusia, tunggu dulu….

Adajuga ahli yang mengatakam bahwa DNA manusia dan monyet hanya terpaut 3% saja bedanya. Artinya apabila perbedaan 3% DNA tersebut dimasikkan ke tubuh monyet maka monyet ya sama dengan manusia.

Yang paling gampang membedakan manusia dengan monyet sebenarnya hanyalah masalah penggunaan waktu. Anda boleh tebak, masuk penggolongan manakah monyet dalam lima penggolongan di atas? Tetapi yang lebih jelas lagi bahwa monyet hamper tak pernah disaksikan memiliki dompet, lalu apakah kalau manusia tak memiliki dompet dapat disamakan dengan monyet? Kalau masalah uang, monyet juga pernah disaksikan memiliki uang, buktinya bila monyet beraksi dalam atraksi topeng monyet maka uang c’ban-an mengalir ke tangannya.

Ya uda dech… Much Money Good Boy No Money Good Bye………. Bye bye!

Back to basic>>>

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: