Umur Panjang

Apabila ditanyakan kepada seseorang tentang umur, sudah pasti bahwa setiap orang mengiinginkan umur panjang, kecuali bagi orang tak waras mungkin jawabannya 50:50. Hidup sehat merupakan kunci dari umur panjang. Tetapi apasih pentingnya umur panjang? Mungkin tidak semua orang mampu menjawabnya secara benar dan tepat, karena jawaban yang sering dimunculkan biasanya hanya berorientasi kepada kepentingan diri sendiri.

Umur panjang sering dikaitkan dengan eksistensi Tuhan yang menganugerahkan umur panjang. Tetapi sebaliknya banyak upaya manusia untuk memperpanjang umur yang tidak dikaitkan dengan eksistensi Tuhan terhadap umur panjang. Berarti ada dua pandangan yang mendasar tentang umur panjang; yaitu bahwa umur panjang adalah kurnia atau berkat pemberian Tuhan, dan bahwa umur panjang adalah keperdulian manusia tentang pentingnya hidup lebih lama sehingga berupaya supaya mendapat umur panjang.

Sejarah keagamaan mencatat bahwa manusia-manusia yang mencapai umur panjang untuk ukuran tahun adalah; Adam (930 tahun), Set (912 tahun), Enos (905 tahun), Kenan (910 tahun), Mahalaleel (895 tahun), Yared (962 tahun, Metusalah (969 tahun), Lemekh (777 tahun), Nuh (950 tahun). Setelah zaman manusia-manusia berumur panjang di atas maka manusia jatuh kedalam dosa dan oleh karena itu Tuhan berfirman bahwa umur manusia hanya sampai 120 tahun saja.

Pada zaman moderen sekarang banyak juga umur manusia yang tercatat ber-umur panjang:

Di Inggris: Antara tahun 1838 dan 1854 rata-rata umur manusia Inggris adalah 39,91 tahun (pria) dan 41,85 tahun (wanita), namun di tahun 1937 umur rata-rata menjadi 60,8 tahun (pria) dan 64,4 tahun (wanita).

Di Amerika; Pada tahun 1901, umur rata-rata adalah 48,23 tahun (pria) dan 51,8 taun (wanita), dan pada tahun 1944 umur rata-rata meningkat menjadi 63,5 tahun (pria) dan 68,95 (wanita)

Di Jepang: Pada tahun 2008 terdapat sekitar 19.769 orang yang mencapai umur 100 tahun atau lebih, sementara di tahun 1963 hanya sejumlah 153 orang saja.

Di Australia: Pada tahun 2007 biro statistic melaporkan bahwa umur rata-rata manusia Australia adalah 78,5 tahun (pria) dan 83,3 tahun (wanita), tetapi untuk manusia asli Australia (Aborigin) hanya 59,4 tahun (pria) dan 64,8 tahun (wanita).

Ada catatan menurut Ensiklopedia Britania bahwa seorang Henry Jenkins yang meninggal pada Desember 1970 berusia 169 tahun, Thomas Parr meninggal pada Nopember 1639 berusia 152 tahun, Putri Desmond bernama Catherine meninggal tahun 1604 berusia 140 tahun.

Menurut beberapa ahli Gerontology yaitu keilmuan yang mempelajari tentang umur panjang mengatakan bahwa manusia selayaknya berusia 120 – 140 tahun, sekitar 6-7 kali usia dewasanya. Menurut Dr. Toben Deill, Presiden dari “International Association of Gerontology” di Keponhagen, Denmark, seseorang dapat mencapai usia 120 tahun. Dr. Barts mengatakan bahwa manusia itu dapat hidup sampai 150 tahun; sedang menurut dr. C.M. McCoy, dari Cornel Univercity, umur manusia itu dapat mencapai 140 tahun.

Manusia Hunza yang bermukim di Pegunungan Himalaya mampu mencapai umur 120 – 140 tahun dan mereka menjadi manusia-manusia berumur panjang pada masa ini. Kalau memang begini kenyataannya, apakah yang dikatakan difirmankan oleh Tuhan bahwa manusia hanya berumur 120 tahun saja karena sudah banyak melakukan dosa menjadi rontok kebenarannya? Atau apakah ini menjadi suatu bukti bahwa Tuhan tidak pernah ikut campur mengenai umur panjang?

Pada saat seseorang melaksanakan sejenis perayaan syukuran semisal pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT), bahkan HUT ini dikategorikan berdasarkan tingkatannya sejak bayi, balita, anak-anak, remaja, masa muda, dewasa, masa tua, masa uzur, dan ukuran nominal tahun biasanya dirayakan pada tahun seperti 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, …, 17, …, 20, …, 30, …, 50. …, 70, … dst. Adapula melakukan perayaan HUT berdasarkan tahun yang berbilangan primary seperti 1, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 23, 29, 31, 37, …, dst. biasanya perayaan itu disertakan dengan nyanyian yang menyatakan suatu pengharapan agar mendapat umur panjang, misalnya seperti nyanyian berikut:

  • Panjang umurnya, panjang umurnya,
  • panjang umurnya serta mulia,
  • serta mulia,
  • serta mulia…

Dan / atau

  • Selamat Ulang Tahun kami ucapkan
  • Selamat Ulang Tahun kita ‘kan do’a-kan
  • Selamat panjang umur, sehat sentausa,
  • Selamat Ulang Tahun dan bahagia

Bait-bait dari lagu yang dinyanyikan di atas menunjukkan bahwa orang-orang berharap agar yang ber-ulang tahun mendapat umur panjang. Bukan hanya sebatas sebuah harapan, bahkan seseorang memohon dalam do’a nya agar tuhannya mengabulkan permintaannya mendapatkan umur panjang.

Adajuga orang-orang berupaya untuk mendapatkan umur panjang dengan menerapkan pola hidup sehat yaitu dengan mengatur menu makanan yang diyakini akan menghasilkan umur panjang. Adapula orang-orang mengkonsumsi obat-obatan yang dipercaya akan menghasilkan umur yang panjang, Adapula orang-orang melakukan kegiatan olah raga yang diyakini akan mendapatkan umur yang panjang.

Campur Tangan Tuhan?

Seandainya Tuhan memang berperan untuk memberikan umur panjang, apakah umur panjang tersebut berupa takdir kepada seseorang? Ataukah umur panjang yang dari Tuhan diperoleh dengan do’a, atau bentuk permohonan melalui do’a? Kalaulah umur panjang merupakan takdir kepada seseorang maka takdir untuk umur panjang tentu tidaklah sama untuk orang yang satu dengan orang lainnya. Dan apabila umur panjang itu memang merupakan takdir bagi seseorang maka upaya apapun yang dilakukan oleh seseorang yang bukan ditakdirkan mendapat umur panjang tentu akan sia-sia; artinya berdoapun tidak akan bermanfaat untuk mendapatkan umur panjang.

Seandainya umur panjang dapat diperoleh dengan permohonan do’a kepada Tuhan, maka Tuhan akan memilih do’a siapa yang layak dikabulkan untuk mendapat umur panjang. Apakah mungkin do’a semua orang dapat dikabulkan oleh Tuhan, karena sudah pasti bahwa semua orang yang waras pasti menginginkan umur panjang. Kata orang, tiada yang tak mungkin dihadapan Tuhan, tetapi kenyataannya bahwa belum pernah kejadiannya bahwa semua umat manusia ber-umur panjang. Lalu bagaimana donk agar do’a dapat dikabulkan?

Tadi kita sudah meyakini bahwa setiap orang pasti menginginkan umur yang panjang. Apabila memang umur panjang dapat diperoleh melalui permohonan do’a kepada Tuhan maka setiap orang sudah pasti mengajukan permohonannya melalui do’a-nya. Manusia tentu berpikir bahwa dia harus berusaha mendapatkannya dari Tuhan. Karena belum pernah terbukti bahwa semua manusia berumur panjang, maka terjadilah kompetisi diantara manusia untuk lebih dulu mendapatkannya. Oleh karena itu, mungkin saja terjadi sogok-menyogok, mungkin saja terjadi sikut-menyikut, mungkin saja terjadi pembinasaan antar sesama supaya yang lain tidak mendapat dan dia yang mendapatkannya. Mungkin pula Tuhan memberikan umur panjang berdasarkan pilih kasih; Tak Adil donk? Yang jelas bahwa ada misteri dibalik umur panjang. Seandainyapun umur panjang memang berasal dari Tuhan, maka ada misteri yang harus dibuka rahasianya.

Memang sulit untuk memastikan sebuah jawaban apakah memang benar Tuhan berperan dalam perolehan umur panjang pada seseorang. Sepertinya Tuhan memang tidak memberikan umur panjang, akan tetapi Tuhan memberikan hidup kepada seseorang dan selanjutnya terserah yang hidup itulah yang berupaya untuk mendapat umur panjang,

Menu Makanan?

Makanan adalah satu diantara sekian banyak syarat dasar untuk hidup. Tanpa makan tentulah manusia dan mahluk hidup lainnya tidak dapat hidup. Oleh karena itu setiap mahluk hidup atau kelompok mahluk hidup harus menentukan makanannya. Maka muncullah yang disebut rantai makanan. Bahkan diantara mahluk hidup yang tercipta berlaku hukum yang saling makan memakan dan inilah upaya setiap mahluk berupaya untuk memelihara hidup yang sudah ditakdirkan dengan cara memakan makanannya.

Sudah lama dislogankan di masyarakat Indonesia agar memenuhi pola makan empat sehat lima sempurnah. Yang dimaksud pola makan empat sehat lima sempurnah adalah menu makanan dasar seperti Nasi-sayur-ikan-daging-susu. Slogan-slogan ini banyak ditempelkan di pusat-pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit di seluruh Indonesia. Pencanangan yang bersifat nasional ini tentu saja mempengaruhi sebagian daerah-daerah di Indonesia yang berpola makan yang bukan nasi sebagai makanan pokok semisal sagu, jagung, dan umbi-umbian. Mereka lambat laun merubah pola makan yang dicanangkan itu sehingga ada masanya Indonesia menjadi kekurangan makanan pokok dari beras.

Setelah memenuhi pola makanan yang disebutkan di atas, apakah lantas manusia Indonesia menjadi sehat dan berumur panjang? Masyarakat Indonesia diberitakan hanya mencapai umur rata-rata sekitar lima puluh tahunnan saja. Ada kabar gembira tentang Umur Harapan Hidup (UHH) di Indonesia dimana pada tahun 1983 hanya 58 tahun dan dalam lima tahun kedepannya sudah meningkat menjadi 63 tahun. Pada saat ini di tahun 2010, UHH penduduk Indonesia sudah meningkat lagi menjadi 65-70 tahun. Ini menunjukkan adanya peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia yang berkaitan dengan umur panjang. Apabila seorang Indonesia sudah mencapai umur 65-70 tahun dapat diasumsikan sebagai manusia yang cukup umur untuk hidup di alam Indonesia, dan apabila lebih dari angka itu sudah boleh dikatakan mendapat bonus umur yang disebut lanjut usia atau lansia.

Yang menjadi persoalan apabila jumlah lansia yang disebutkan sudah mencapai 12% dari jumlah penduduk Indonesia yang 240 juta jiwa di tahun 2010 ini, berarti ada sekitar 28 juta orang lansia. Apakah mereka masih berpotensi untuk mengurusi diri sendiri? Apabila hanya menjadi beban hidup bagi orang-orang dibawah usianya maka beban ini dengan sendirinya akan mengurangi kualitas hidup generasi dibawah lansia ini. Lantas apakah ini yang diinginkan oleh manusia untuk mencapai umur panjang?

Diberitakan bahwa manusia Hunza atau manusia Jepang yang sudah berumur lansia masih melakukan aktifitas kesehariannya yang dijalankannya sebagaimana layaknya orang-orang yang lebih muda dan energik. Apakah manusia lansia Indonesia memang masih berpotensi seperti orang-orang Hunza atau Jepang? Apakah mereka sudah menjadi beban keluarga?

Obat-obatan?

Ada juga upaya manusia untuk mencapai umur panjang dengan memanfaatkan obat-obatan. Obat-obatan yang dimaksudkan dalam hal untuk mengupayakan umur panjang adalah obat-obatan yang berkemampuan untuk menggantikan sel-sel tubuh yang mati atau memperpanjang kemampuan sel-sel hidup untuk tetap hidup, atau dalam istilah populernya menjaga agar tetap awet muda

Bila nasi pada pola makanan empat sehat lima sempurnah merupakan makanan pokok sebagai penyambung hidup manusia Indonesia. Nasi memang mengandung karbohidrat yang tinggi sehingga karbohidrat ini di dalam tubuh manusia Indonesia langsung dapat berubah menjadi energi yang dapat digunakan untuk bekerja secara fisik. Secara umum ada perbedaan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan dalam hal mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Masyarakat pedesaan lebih banyak mengkonsumsi nasi dibanding masyarakat perkotaan oleh karena masyarakat pedesaaan memang lebih banyak mengeluarkan energi untuk bekerja semisal sebagai petani. Namun bukan berarti masyarakat di perkotaan mutlak memakan nasi lebih sedikit. Di sector pekerjaan yang lebih menggunakan tenaga maka konsumsi nasi akan lebih banyak. Namun banyak juga yang tidak mengeluarkan energi yang besar tetap juga mengkonsumsi nasi yang banyak sehingga karbohidrat yang dimakan melalui nasi tidak terpakai semuanya menjadi energi untuk bekerja, maka tersimpanlah dia menjadi lemak dan manusia-manusianya menjadi gemuk dan bahkan over-weight.

Oleh karena ada ketidakseimbangan tubuh karena mengkonsumsi nasi yang berlebihan, maka seseorang akan mengidap penyakit semisal penyakit gula, jantung, dan penyakit lainnya, karena nasipun mengandung kadar gula yang tinggi. Sehingga manusia-manusia ini harus mengkonsumsi obat-obatan untuk melawan penyakit yang ditimbulkan karena kerakusan manusia itu sendiri. Obat-obatan yang dikonsumsi ini sebenarnya bukan lagi untuk memperpanjang umur akan tetapi paling tidak untuk mengembalikan umur yang hilang akibat kegiatan makan yang berlebihan.

Mengkonsumsi sayur-sayuran dapalam pola makanan empat sehat lima sempurnah dimaksudkan untuk membantu pencernaan dalam mencerna makanan utama nasi. Sayur mayor mengandung banyak kandungan serat sehingga diperlukan untuk membantu pencernaan mencerna makanan nasi. Kalau pola ini diterapkan di pedesaan atau kepada orang-orang yang memang harus membutuhkan nasi sebagai sumber energinya untuk bekerja, maka pola makan sehat tersebut sangatlah tepat. Namun terjadi juga kepada orang yang kurang memakan nasi karena memang kebutuhan energinya dari nasi adalah sedikit, tetapi dia malah mengkonsumsi sayur-mayur yang berlebihan sehingga diapun akan mengalami penyalkit yang disebut asam-urat. Akibatnya karena penyakit tersebut maka umurnya sebenarnya berkurang dan oleh karena itu dia harus berupaya untuk mengkonsumsi obat-obatan untuk menggantikan umur yang hilang itu.

Mengkonsumsi ikan sangat dianjurkan karena ikan mengandung protein tinggi disamping lemak tak jenuh. Tidak semua orang menyenangi memakan ikan karena berbagai alasan. Ada yang menyebutkan karena alas an rasa amis atau aroma yang tidak disenangi atau adapula karena alasan larangan agama semisal untuk jenis-jenis ikan yang tidak bersisik, padahal pada ikan yang tidak bersisik lebih kaya dengan segala unsure yang diperlukan oleh tubuh untuk mencapai umur panjang. Banyak pula yang mengatakan bahwa kandungan zat-zat yang terdapat pada ikan memampukan untuk meningkatkan kecerdasan otak. Indonesia yang terkenal sebagai Negara maritime dan memiliki kekayaan laut seperti ikan-ikanan justru menjadi Negara yang termasuk paling sedikit mengkonsumsi ikan sebagai makanan sehat, malah Negara-negara asing yang ingin memanfaatkan hasil laut tersebut dengan jalan pencurian ikan di lautan Indonesia.

Untuk menggantikan pola makan sehat dari ikan tersebut, maka manusia Indonesia banyak juga yang mengkonsumsi obat-obatan dengan maksud agar tidak menjadi goblok atau ada unsure keterbelakangan mentalnya. Bentuk obat-obatan yang disebut minyak ikan atau emulsion terpaksa harus dikonsumsi supaya otaknya encer dan bila otak encer akan cenderung untuk mendapat umur panjang.

Mengkonsumsi daging biasanya menjadi kegemaran manusia kebanyakan. Mungkin karena dasarnya manusia dulunya sewaktu masih sebagai manusia purba memang sebagai pemburu binatang untuk dikonsumsi sebagai makanan. Di Negara-negara yang beriklim sub-tropis dan Negara-negara beriklim dingin sudah dipastikan mengkonsumsi daging lebih banyak dibandingkan dengan masyarakat yang ada di daerah tropis. Di dalam daging terdapat kandungan energi yang tinggi, namun energi yang tinggi ini tidak dapat langsung terpakai emnjadi energi berupa tenaga. Energi yang terdapat pada daging dikonversi oleh tubuh menjadi lemak sebagai cadangan makanan, dan bila diperlukan maka lemak dalam tubuh manusia itu diproses lagi oleh tubuh menjadi energi yang digunakan sebagai tenag. Oleh karena itu manusia di daerah sub-tropis dan daerah beriklim dingn mampu memakan daging yang banyak untuk melawan hawa dingin. Anehnya manusia yang berada di daerah tropis sudah cenderung mengkonsumsi makanan dari daging secara berlebihan sehingga tubuhnya menjadi gemuk akibat kandungan lemak jenuh yang terdapat pada daging tersebut. Memakan nasi, daging dalam porsi yang melebihi mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit seperti diabetes, darah tinggi, kolestrol, jantung yang tentusaja memperpendek umur. Maka manusia rakus seperti ini akan berupaya untuk mengembalikan umurnya yang hilang itu dengan mengkonsumsi obat-obatan.

Katanya meminum susu menjadikan kesehatan semakin sempurnah. Manusia sejak lahir memang mengkonsumsi susu sebagai makanan utamanya. Bayi yang baru lahir tentu diberikan air susu ibunya (ASI) dengan meneteki atau menyusui agar mampu bertumbuh dan sehat. Namun lebih banyak masyarakat sekarang ini yang memberikan bayi dengan susu formula yang terbuat dari susu sapi. Apakah karena itupula banyak juga manusia yang sifatnya menjadi seperti sapi, IQ sapi, badan seperti sapi, gerakan tak gesit dan lamban seperti sapi, dan yang dipikiri hanyalah makan dan makan sepanjang hari, dan setelah makan masih juga memamah biak, ngemil.

Bukan hanya bayi, hampir disemua usia menyenangi minum susu. Kalau bayi minum susu ya dengan cara menyusui atau menetek dari ASI. Kalau anak balita mungkin masih mengkonsumsi susu dengan cara ngedot supaya mirip dengan minum susu ASI. Orang diluar balita atau dewasa tentu meminum susu tidak lagi dengan cara diteteki atau disusui tetapi berbagai cara dilakukan untuk meminum susu kegemarannya. Ada yang dikemas dalam kemasan kartun atau yang diseduh dalam gelas, atau adapula dalam bentuk lain seperti kue, roti atau penganan lainnya yang mengandung susu..

Olah Raga?

Olah raga dikatakan menjadi salah satu cara untuk mencapai umur panjang. Olah Raga adalah mengolah raga atau tubuh untuk tujuan tertentu. Tetapi apakah memang benar berolah raga untuk menjadi sehat dan selanjutnya akan berumur panjang? Kebenaran ini masih perlu dipertanyakan? Yang benar bahwa untuk berolah raga maka seseorang haruslah dalam keadaan sehat dan bukan berarti karena berolah raga menjadi sehat.

Mengolah raga untuk tujuan tertentu seharusnya berlandaskan tubuh yang sehat. Seorang binaragawan mengolah tubuhnya untuk tujuan kebinaragawan. Demikian pula seorang petinju juga berlatih mengolah raganya untuk tujuan bertinju. Jadi, seorang olahragawan memang harus beraktifitas berolahraga dan selayaknya mereka terlebih dahulu harus memiliki tubuh yang sehat.

Kemudian muncul pertanyaan, apakah perlu berolah raga bagi seseorang yang bukan olehragawan? Apakah seorang petani perlu berolah raga? Apakah seorang pekerja kantoran perlu melakukan olah raga? Apakah seorang buruh perlu melakukan olah raga? Jawaban yang pasti adalah “tidak perlu”.

Sering terlihat seorang gendut melakukan olahraga lari jarak jauh. Dia melakukan olah raga ini karena merasa kurang sehat lalu melakukan oleh raga. Mungkin saja tujuannya untuk mengurangi berat badannya, dan bukan untuk tujuan sebagai pelari jarak jauh. Mengapa dia tidak mengurangi kerakusannya mengkonsumsi makanan yang mengakibatkan kegemukannya? Mengapa dia harus mengurangi berat badannya dengan melakukan olah raga lari jarak jauh yang membutuhkan kalori besar? Kalau sehabis berlari kemudian tidak feeding sebesar kalori yang dikeluarkannya untuk berolah raga, maka sudah bias dipastikan dia bakalan tidak sehat.

Sering pula kita melihat seorang yang kurus kerempeng melakukan olah raga bersepeda. Harapannya bahwa dengan bersepeda akan menjadi sehat. Badan yang kurus pada dasarnya karena kekurangan konsumsi makanan yang membentuk tubuhnya normal. Apabila harus mengeluarkan kalori untuk bersepeda padahal konsumsi kalori untuk tubuhnya saja sudah tidak mencukupi, apakah tubuh yang kurus itu tidak akan menjadi tak sehat?

Sering pula kita melihat seorang dimasa lewat paruh baya atau pada usia masa pension yang melakukan jogging sampai bercucuran keringat dengan tujuan untuk menjadi sehat, padahal dia telah menguras tenaganya dan jarang pula dipenuhi pengganti kalori yang terhabiskan itu, maka sehabis olah raga dianya jatuh sakit.

Seringpula kita melihat sepulang bekerja di kantor, mereka beramai-ramai melakukan olahraga semisal tennis, atau bulutangkis dengan harapan untuk mendapatkan tubuh menjadi lebih sehat. Kepenatan bekerja dikantor dikuras lagi dengan melakukan olah raga, bukankah ini mengundang penyakit?

Tidakkah lebih baik bagi seorang yang bukan olahragawan melakukan kegiatan yang lebih berguna dan bermanfaat dibanding harus berolah raga? Mencuci mobil, sepedamotor, atau menyapu halaman rumah, memperbaiki bagian-bagian rumah yang rusak, atau kegiatan yang sejenisnya mungkin merupakan kegiatan melakukan gerakan yang cukup bagi tubuhnya dibanding harus berolah raga yang sebenarnya hanya diperlukan oleh olahragawan.

Olah raga bukanlah untuk kesehatan, tetapi tubuh sehat diperlukan oleh seorang olahragawan dan dibutuhkan oleh semua orang tanpa terkecuali. Kalau olah raga dikatakan untuk kesehatan dan selanjutnya bertujuan untuk berumur panjang, maka pendapat ini adalah salah besar.

Hidup Sehat?

Ada semboyan yang sangat popular tentang hidup sehat. Dalam Tubuh Yang Sehat, Terdapat Jiwa Yang Sehat. Hidup Sehat hampir dipastikan akan menuju umur panjang. Hidup Sehat dapat diartikan sebagai hidup yang sehat secara jasmani dan rohani.

Apakah tubuh anda sehat? Apakah rohani anda sehat? Kalau “ya”, ada harapan bahwa anda akan mendapatkan umur panjang.

Ini Dia Rahasianya Umur Panjang

Ora Et Labora adalah semboyan yang mewakili hidup sehat secara jasmani dan rohani. Manusia hidup seharusnya memiliki aktifitas baik tubuh maupun aktifitas kejiwaan. Semua aktifitas ini berkaitan dengan kegiatan fisik yang berinteraksi antara pribadi dan orang lain. Bersosial adalah eksistensi manusia sebagai manusia karena manusia adalah mahluk social yang tidak akan mampu hidup seorang diri tanpa keterkaitan dengan orang lain. Jadi bekerja sambil berdoa Ora Et Labora adalah modal untuk mencapai umur panjang.

Umur panjang tidaklah harus diukur dengan parameter waktu yang disebut tahun. Umur panjang harus dimaknai sebagai implementasi dari kegiatan selama hidup. Masa hidup yang tidak digunakan untuk melakukan aktivitas yang bermakna dan bermanfaat bagi manusia bukanlah wujud dari umur panjang yang hanya diukur dalam bentuk jumlah tahun hidup saja.

Mungkin saja anda adalah seorang yang lebih berumur panjang dibanding seorang Metusalah yang katanya beumur 969 tahun. Mungkin saja anda adalah seorang yang lebih berumur panjang dibanding dengan umur orang-orang Hunza atau orang-orang Jepang walaupun umur anda seandainya hanya sampai seukuran 50 tahun saja. Tetapi sebaliknya bolehjadi anda lebih berumur pendek dibanding seorang Munir walaupun anda seandainya berbilangan umur 100 tahun.

Maka sudah harus dipolakan dalam setiap pikiran manusia, terutama manusia Indonesia bahwa umur panjang harus berpatokan kepada jumlah karya yang mampu dihasilkan selama hidupnya dan berguna bagi orang banyak.

Ada harapan manusia untuk mendapatkan umur panjang dengan munculnya satu pernyataan yang sangat indah seperti “Andaikan aku dapat hidup seribu tahun lagi”. Pernyataan ini begitu indahnya bahwa ada keinginan seseorang untuk berbuat lebih banyak, namun dia selalu dibatasi oleh jumlah tahun yang menjadi umurnya.

Teori relativitas Einstein sebenarnya merupakan rahasia berumur panjang. Apabila anda mampu memakai rumusan yang dikemukakan oleh Mr. Genius itu maka hidup anda akan abadi. Coba anda renungkan rumusan teori relativitas Einstein itu maka anda akan tau rahasia umur panjang itu. Apabila anda sudah mampu membuka tabir rahasia itu maka anda layak berumur panjang, dan sayapun tak sangsi menyatakan bahwa anda memang seorang berumur panjang. MAU TAU RAHASIANYA?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: